Di Balik Suksesnya Kopi Bajawa Flores Tembus Pasar Internasional

sukses-kopi-bajawa-flores-bersama-desa-sejahtera-astra-bajawa
Biji kopi Bajawa (Dok. Astra)

Langit Ngada, Flores, membentang biru di atas hamparan hijau kebun kopi Bajawa. Udara pagi terasa sejuk dan damai, membelai lembut pepohonan kopi yang tumbuh subur di tanah vulkanik yang kaya mineral. Ketinggian dataran tinggi antara 1.000 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut menciptakan iklim yang ideal, menghasilkan biji-biji kopi berkualitas.

Jauh dari hiruk pikuk kota, suara alam menjadi melodi utama, dengan desau angin di antara dedaunan, kicau burung yang bersahutan, dan langkah pelan para petani yang telaten memanen atau merawat tanaman mereka. Proses budidaya yang masih tradisional dan organik, di mana buah kopi dipetik secara manual hanya yang benar-benar matang, memancarkan kearifan lokal dan dedikasi pada kualitas.

Suasana ketenangan yang mendalam, melihat kabut tipis perlahan menyingkap perbukitan. Ini adalah gambaran dari proses panjang sebuah kenikmatan - kopi Bajawa yang lahir dari kesabaran dan harmoni dengan alam.

Nama Kopi Bajawa Flores (khususnya varietas Arabika) telah lama menjadi primadona, yang berasal dari dataran tinggi Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), kopi ini bukan sekadar minuman, melainkan cerminan dari kekayaan alam dan budaya Pulau Flores.

Kopi Bajawa yang ada saat ini umumnya adalah varietas Kopi Arabika (seperti varietas S795 yang dikenal lokal sebagai "Wulu Kedi"), yang tumbuh subur di wilayah Bajawa, ibukota Kabupaten Ngada.

Mengapa Kopi Bajawa Begitu Spesial?

Kopi Bajawa Flores adalah perwujudan sempurna dari specialty coffee Indonesia. Kombinasi antara terroir yang dianugerahi, praktik budidaya yang bertanggung jawab, dan profil rasa yang unik serta memikat menempatkannya di panggung global.

Jenis kopi arabika adalah jenis yang banyak ditanam masyarakat di Bajawa, Ngada,
Jenis kopi arabika adalah jenis yang banyak ditanam masyarakat di Bajawa, Ngada (Dok: Nopri Ismi/Mongabay Indonesia)

Terroir: Tanah Vulkanik dan Ketinggian Ideal

  • Geografis dan Iklim: Kopi ini dibudidayakan di ketinggian ideal, berkisar antara 1.200 hingga 1.550 meter di atas permukaan laut (mdpl), di lereng-lereng gunung berapi aktif seperti Gunung Inie Rie. Ketinggian ini memastikan pertumbuhan kopi yang lambat, padat, dan kaya nutrisi.
  • Tanah Vulkanik (Terroir): Faktor penentu utama adalah tanah vulkanik kualitas pertama yang sangat subur. Abu vulkanik kaya mineral memberikan nutrisi spesifik pada biji kopi, menciptakan profil rasa yang unik dan tak tertandingi: lembut, sedikit manis, dengan aroma bunga dan cokelat.

Budidaya Organik dan Tradisional

Sebagian besar petani kopi Bajawa masih mempertahankan tradisi menanam secara organik, tanpa menggunakan pestisida kimia, hanya mengandalkan pupuk alami (kompos). Cara budidaya yang ramah lingkungan ini tidak hanya menjamin kesehatan produk, tetapi juga mempertahankan keotentikan rasa alami.

Kopi arabika Bajawa yang sudah selesa dijemur. (Dok: Nopri Ismi/Mongabay Indonesia)

Kehadirannya di pasar global, didukung oleh pengakuan kualitas dan narasi budaya yang kuat, menempatkannya sebagai salah satu duta kopi terbaik Nusantara.

Kolaborasi Strategis: Di Balik Ekspor Perdana ke Thailand

Meskipun memiliki potensi kualitas kelas dunia, Kopi Bajawa sebelumnya menghadapi tantangan klasik komoditas petani, yaitu rendahnya kompetensi budi daya, kualitas pascapanen yang belum optimal, metode penyimpanan tradisional, serta keterbatasan akses terhadap permodalan dan pasar. Kondisi ini berisiko menurunkan mutu dan cita rasa kopi, yang pada akhirnya memengaruhi harga jual dan pendapatan masyarakat.

Titik balik datang melalui kolaborasi multipihak yang serius di bawah payung program Desa Sejahtera Astra (DSA) Bajawa.

Dukungan Astra dalam Program DSA Bajawa

Kehadiran Astra dalam peningkatan perekonomian masyarakat Ngada telah memberi nuansa yang berbeda. Dengan program Desa Sejahtera Astra, Astra berupaya untuk memperkuat kapasitas petani, mendorong regenerasi pelaku usaha tani, serta memperluas akses pasar bagi komoditas unggulan lokal.

Dukungan Astra dalam Program DSA Bajawa
Tahapan pemilihan biji kopi Bajawa yang dilakukan secara teliti (Dok. Astra)

Program DSA Bajawa merupakan kolaborasi Astra dan IPB University sejak tahun 2024 untuk mengembangkan ekosistem bisnis kopi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia Timur. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberdayakan desa agar mandiri dan berdaya saing melalui pengembangan ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.

Tonggak Penting Ekspor 15 Ton Green Bean

Keberhasilan kolaborasi ini terwujud dalam langkah ekspor perdana 15 ton kopi – green bean dari Desa Sejahtera Astra Bajawa ke Thailand pada tanggal 13 Oktober 2025. 

Tonggak Penting Ekspor 15 Ton Green Bean
Desa Sejahtera Astra Bajawa Ekspor 15 Ton Kopi ke Thailand (Dok.  Astra)

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan DSA Bajawa untuk menembus pasar internasional dan memperkuat posisi kopi Bajawa sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia.

Kunci Sukses: Penerapan Standar Kualitas dan Pelatihan

Melalui pendampingan intensif dari IPB University, komoditas kopi Arabika Bajawa di 6 desa binaan (Desa Naru, Wawowae, Mukuvoka, Ngoranale, Bolonga, dan Bowali) berhasil meningkatkan mutu serta produktivitas hasil panen hingga memenuhi standar ekspor internasional.

  • Penerapan GAHP: Petani dilatih dan didampingi untuk menerapkan Good Agricultural Handling Practices (GAHP), yang mencakup teknik budi daya hingga pascapanen yang benar, menjamin kualitas biji kopi dari hulu ke hilir.
  • Infrastruktur Pendukung: Dukungan dari PT Astra International Tbk berupa alat produksi dan prasarana pertanian, seperti pembangunan greenhouse (rumah pengering kopi), sangat vital dalam meningkatkan kualitas proses pascapanen, khususnya pada tahapan pengeringan yang krusial.

“Satukan Gerak, Terus Berdampak” Menjadi Transformasi Kehidupan Petani Kopi Bajawa

Keberhasilan Kopi Bajawa menembus pasar internasional lebih dari sekadar angka ekspor, namun sebuah kisah tentang pemberdayaan masyarakat, peningkatan ekonomi desa, pelestarian budaya, dan regenerasi yang berkelanjutan. Semangat "Satukan Gerak, Terus Berdampak" benar-benar diwujudkan di Bajawa.

Dampak Ekonomi yang Meluas

Hingga saat ini, sebanyak 204 masyarakat desa terlibat dalam program DSA Bajawa. Data menunjukkan dampak yang signifikan:

  • Peningkatan Pendapatan: Peningkatan pendapatan petani kopi mencapai 72%. Hal ini menunjukkan bahwa dengan peningkatan kualitas dan akses pasar yang lebih baik, nilai jual kopi Bajawa meningkat drastis.
  • Kepastian Pasar: Yang luar biasa adalah 100% produk kopi terserap pasar. Kepastian ini menghilangkan kekhawatiran petani akan gagal panen atau anjloknya harga jual, memberikan stabilitas ekonomi yang belum pernah ada sebelumnya.
  • Penciptaan Lapangan Kerja: Pengembangan ekosistem kopi dari hulu ke hilir (budi daya, pengolahan, hingga pengemasan) menciptakan lapangan kerja baru, baik untuk pemetik, pengolah, maupun penggerak kelembagaan desa.

Pemberdayaan dan Kemandirian Masyarakat

Melalui pelatihan dan pendampingan, petani kopi tradisional Bajawa kini menjadi subjek aktif dalam rantai bisnis global.

  • Peningkatan Kompetensi: Petani tidak hanya diajari menanam, tetapi juga manajemen kualitas, keuangan, hingga akses pemasaran. Petani yang tadinya hanya tahu menjual biji merah, kini memahami green bean dan standar internasional.
  • Kemandirian Kelembagaan: Penguatan kelembagaan ekonomi dan sosial di tingkat desa menjadi pilar utama. Kelembagaan yang kuat memastikan bisnis dapat berkelanjutan dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat. Para petani kini lebih mandiri dan percaya diri untuk bernegosiasi harga dan menjaga kualitas produknya.

Pelestarian Budaya dan Identitas Bajawa

Kopi Bajawa bukan hanya komoditas, kopi ini adalah warisan dan identitas. Upaya pengembangan melalui DSA secara langsung mendukung pelestarian:

  • Mempertahankan Tradisi Organik: Program ini mengapresiasi dan menguatkan praktik budidaya organik dan tradisional, yang merupakan kearifan lokal. Ini memastikan rasa otentik kopi Bajawa yang lahir dari harmoni dengan alam tetap terjaga.
  • Kebanggaan Lokal: Keberhasilan menembus pasar internasional menjadikan Kopi Bajawa sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Ngada. Kopi menjadi duta budaya yang membawa cerita Flores ke mata dunia.

Inovasi, Keberlanjutan, dan Nafas Regenerasi

Pengembangan Kopi Bajawa di DSA tidak hanya terpaku pada green bean. Inovasi yang didorong oleh IPB University dan Astra mencakup:

  • Inovasi Produk Turunan: Pembangunan greenhouse tidak hanya untuk pengeringan, tetapi juga untuk mendorong pengembangan inovasi produk turunan. Hal ini memperluas nilai jual kopi dan membuka peluang usaha baru.
  • Strategi Keberlanjutan: Keberlanjutan usaha dijamin melalui model kemitraan yang inklusif dan paling penting, program regenerasi petani muda.

Bernard dan Philipus, Inspirasi Petani Muda Flores

Kesuksesan DSA Bajawa juga dipicu oleh inisiatif dua pemuda lokal yang visioner, yaitu Bernard Suryanto Langoday dan Philipus Donnie Kabe.

Bernard dan Philipus, Inspirasi Petani Muda Flores
Bernard dan Philipus (Dok. ipb.ac.id)

Dua anak muda ini memilih pulang ke desa dan melanjutkan perjuangan orang tua mereka, namun dengan pendekatan yang modern dan profesional. Mereka menjadi inisiator dan motor penggerak regenerasi petani muda di Bajawa.

Bernard dan Philipus menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan dan semangat kewirausahaan dapat diinjeksikan ke sektor pertanian. Mereka menerapkan Good Agricultural Handling Practices (GAHP) dengan disiplin, belajar mengelola hasil panen, menjaga mutu, dan memahami seluk-beluk pasar global.

Kisah mereka menunjukkan bahwa pertanian, khususnya kopi specialty, adalah masa depan yang menjanjikan. Mereka membuktikan bahwa dengan "Satukan Gerak" (kolaborasi Astra, IPB, dan petani), "Terus Berdampak" dapat diwujudkan melalui peningkatan kesejahteraan dan harga diri masyarakat Flores.

Penutup

Suksesnya Kopi Bajawa Flores menembus pasar internasional adalah hasil dari konvergensi antara kekayaan terroir alami Flores dan intervensi program yang strategis, terencana, dan inklusif. Kisah ini adalah bukti kuat bahwa kolaborasi multi-pihak – pemerintah daerah, pihak swasta (Astra), akademisi (IPB University), dan yang paling utama, dedikasi masyarakat petani – adalah kunci untuk mengubah potensi lokal menjadi keunggulan global.

Dari hamparan kebun yang diselimuti kabut di Ngada, Kopi Bajawa tidak hanya membawa cita rasa vulkanik yang khas, tetapi juga narasi inspiratif tentang kemandirian desa, pelestarian kearifan lokal, dan semangat regenerasi petani muda. Kopi Bajawa Flores adalah duta sempurna yang mencerminkan cita-cita Sejahtera Bersama Bangsa serta komitmen mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. Ini adalah keberhasilan yang diukir dari kesabaran dan harmoni dengan alam, kini siap dinikmati oleh seluruh dunia.


#APA2025-PLM


Referensi:

  • Informasi Kopi Bajawa dan Terroir Flores (pengetahuan umum kopi single origin Indonesia).
  • Data Program Desa Sejahtera Astra (DSA) – Astra International Tbk.
  • Informasi Ekspor Perdana dan Angka Peningkatan Pendapatan Petani (data program DSA Bajawa).
  • Kisah Bernard Suryanto Langoday dan Philipus Donnie Kabe (studi kasus program DSA).
  • Laporan Kegiatan dan Dampak IPB University dalam Pendampingan Komoditas Kopi Bajawa.
  • Konsep Satukan Gerak, Terus Berdampak dan komitmen keberlanjutan Astra.
  • Good Agricultural Handling Practices (GAHP) dalam industri kopi.

Posting Komentar

0 Komentar